Menyikapi Gambar Indeks Partai Korupsi

Akhirnya ngeblog lagi.. 😀

Langsung saja, mungkin rekan-rekan semua sering melihat gambar ini di sosial media. Bahkan mungkin ini muncul di timeline sosial media kita lebih dari satu akun. Mungkin ada beberapa dari teman-teman sekalian yang belum pernah melihat gambarnya, berikut Saya sampaikan.

Sudahkah kita mencermati gambar itu?

Kalau dilhat secara detail, digambar dicantumkan korupsi tahun 2012-2014, bukan per periode.
Loh, kenapa harus per periode?

Mungkin kurang pas rasanya kalau hanya dilihat dari jumlah, karena sebagian besar mereka yang melakukan korupsi adalah mereka yang duduk sebagai partai penguasa pada saat itu.

Sedikit melihat ke belakang, pemenang pemilu: PDIP 1999, Golkar 2004, dan Demokrat 2009.

Seharusnya kita menghitungnya menggunakan RASIO, bukan hanya jumlah.

Mungkin saja mereka yang jumlahnya hanya sedikit di parlemen atau pemerintahan juga memiliki sedikit kesempatan, tapi semoga saja tidak.

Ohy, lupa.. ini ada satu gambar lagi yang berasal dari sumber yang sama tapi isinya berbeda. Semoga bisa membuat kita lebih cerdas dalam menerima informasi, tidak hanya menerima saja, tapi mencari kebenarannya. Karena sekarang, opini itu menjadi pembenaran. Semua orang beropini dan merasa paling benar. :)

 

Saya TIDAK GOLPUT, Saya juga BUKAN KADER partai tertentu, Saya juga BUKAN PENDUKUNG partai tertentu, dan Saya juga TIDAK MEMBENCI partai tertentu.


Ini Upaya Para Pengemis Halangi Petugas yang Hendak Menangkap Mereka

SAMPLE

Sample Caption

Jakarta – Tidak mudah bagi petugas Dinas Sosial untuk mengamankan dan membawa para pengemis ke panti sosial yang sudah disediakan pemerintah. Beragam cara dilakukan para pengemis agar terhindar dari penangkapan itu.

Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, mengatakan beberapa kali razia digelar pihaknya kerap mendapati kendala dalam tugas.

“Ada petugas dikencingi oleh seorang ibu yang mengemis di JPO Polda,” kata Miftahul saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/11/2013) malam.

“Ada pula yang telanjang pas didekati petugas. Itu supaya petugas enggak mendekat dan tidak menangkap dia,” Miftahul menambahkan.

Dengan aksi-aksi tersebut tentu membuat para petugas geleng-geleng kepala. Persiapan maksimal dilakukan para petugas guna mengamankan mereka. Tak tanggung, untuk menangkap satu pengemis saja dibutuhkan lima hingga sepuluh petugas. Read more »


Ini Kekeliruan Nyata Hakim Agung Artidjo Dkk Saat Memutus Kasus Korupsi

Artidjo

Sample Caption

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menganulir putusan kasasi yang diketok hakim agung Artidjo Alkostar dkk karena ada kekeliruan yang nyata. Artidjo di tingkat kasasi menghukum Kurnia Sakerebau dengan uang pengganti tetapi tidak disertai alternatif ancaman penjara apabila tak mau membayar.

Perbuatan Kurnia Sakerebau itu terungkap setelah BPKP melakukan audit keuangan negara. Kurnia memanipulasi laporan kegiatan BOP, SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar BPM Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2003 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Anggaran untuk program tersebut diambil dari Dana Alokasi Umum (AU) sebesar Rp 5,1 miliar. Dalam pelaksanaannya, dana itu bocor dan membuat tandaterima fiktif seolah-olah dana tersebut telah disalurkan.

Pada 12 Februari 2007, PN Padang menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan penjara. Selain itu, terdakwa diwajibkan untuk membayar uang penganti sebesar Rp 1,1 miliar. PN Padang juga memerintahkan jaksa untuk menyita harta terdakwa dan dilelang. Namun jika tidak cukup maka diganti pidana penjara selama 6 bulan. Read more »


Serunya Jokowi dan Hatta Naik KRL, Celetukan ‘Lebih Ganteng di TV’

Jokowi & Hatta

Jokowi dan Hatta naik KRL (Ray Jordan/ detikcom)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini bertemu dengan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa. Keduanya sepakat menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line (CL) menuju Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat.

Keberangkatan keduanya ke Depok dalam rangka menghadiri acara ‘Konsultasi dan Diskusi Publik terkait masalah banjir, genangan, rob, penurunan muka tanah dan degradasi lingkungan pesisir Ibukota NKRI’.

Selasa (26/11/2013), keduanya bertemu di Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang khasnya. Sedangkan Hatta terlihat rapi dungeon kemeja safari warna biru dengan pin pejabat kementerian yang disematkan di bagian dadanya. Read more »


Presiden Indonesia Disadap Australia, Operator Terlibat?

Presiden SBY

PM Abbott dan Presiden SBY (AFP)

Jakarta – Indonesia disadap Australia. Kabar ini bikin heboh. Apalagi yang disadap bukan orang sembarangan. Presiden beserta jajaran menterinya. Kabar ini terus menggelinding bak bola salju raksasa sejak bocornya sebuah dokumen intelijen rahasia.

Dari dokumen intelijen Australia yang bocor itu, tak cuma disebutkan nama-nama pejabat negara yang telah menjadi target penyadapan utama, tapi juga lengkap dengan jenis ponsel yang digunakan. Mayoritas menggunakan ponsel 3G keluaran Nokia, dan sisanya memakai BlackBerry dan Samsung.

Ini menarik. Karena sebelum dokumen berupa slide presentasi ini keluar, beberapa hari sebelumnya dilaporkan oleh situs harian The Australian, infrastruktur telekomunikasi yang digunakan oleh sejumlah operator lokal dari Indonesia juga ikutan disadap.

Medium yang digunakan Australia untuk menyadap, seperti diungkap Des Ball, profesor dari Australian National University’s Strategic and Defence Studies Centre, kabarnya menggunakan jaringan satelit palapa milik Indosat. Namun sayangnya, tak dijelaskan secara detail di satelit Palapa yang mana, karena Indosat punya dua satelit, yakni Palapa C-2 dan Palapa D.

Tak cuma itu, penyadapan kabarnya juga dilakukan melalui infrastruktur jaringan milik SingTel, pemilik 35% saham Telkomsel. Menurut Sydney Morning Herald, dari data intelijen yang dikutipnya, penyadapan dilakukan lewat kabel optik SEA-ME-WE-3 yang terbentang di bawah laut dengan panjang 39 ribu kilometer. Read more »