Tahlilan 1 Tahun Mbah & Buka Bersama

Kalau yang satu ini bukan sesuatu yang baru menurutku. Karena sudah ada sejak entah kapan, yang jelas itu sudah ada saat aku masih kecil. Satu hari aku berada di rumah, aku sudah ditunggu tahlilan alias haul 1 tahun mbahku (mungkin sudah tradisi) sekaligus buka bersama. Seperti biasa, aku diminta untuk membantu mempersiapkan acara sampai acara selesai. Ini aku anggap selesai.

Sesuatu yang aku perhatikan dari beberapa undangan dan yang aku alami sendiri adalah sesuatu yang orang sebut dengan “berkat”. Berkat adalah oleh-oleh yang biasa diberikan tuan rumah kepada tamu yang hadir. Aku merasakan ada persaingan tersendiri dari setiap acara buka bersama dalam memberikan berkat. Kalau dulu (waktu aku kecil) berkat yang diberikan biasanya berupa kue atau roti atau bungkusan makanan hasil buatan tangan sendiri. Tetapi sekarang orang berlomba-lomba memberikan berkat berupa sarung dan yang membuat telingaku agak kurang nyaman adalah saling membandungkan antara berkat dari satu acara dengan berkat dari acara yang lain. Berkat dari si A lebih bagus dari si B. Berkat si C begini, berkat si D begitu dan sebagainya. Aku merasa ini bukanlah sesuatu yang sehat karena ada indikasi riya’ dan pamer. Berharap kajadian ini tidak berkelanjutan.


Leave a Reply