Apa Itu Cinta?

Ramai yang tahu tentang cinta. Ramai yang tahu menyebut perkataan cinta. Ramai yang tahu bagaimana ingin meluahkan kata-kata cinta. Tetapi adakah anda tahu apa itu cinta yang sebenarnya? Di sini saya ingin berkongsi dengan anda tentang apa itu cinta.

Sifat Cinta
Cinta itu suci, mahal dan tinggi tarafnya. Sifat cinta itu sempurna. Jika tidak, cinta akan cacat. Itulah cinta sebenar cinta.

Cinta Wujud Sejak Dilahirkan
Rasa cinta sedia wujud di dalam jiwa manusia sejak manusia itu lahir ke dunia. Cuma manusia akan melalui tahap-tahap kelahiran cinta bermula dari cinta kepada belaian ibu, membawa kepada cinta kepadakekasih dan akhirnya setelah puas mencari cinta suci, maka akan cinta kepada Tuhan Wujudnya cinta itu tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa dan cinta sebenar cinta itu suci murni serta putih bersih.

Cinta Bersedia
Bila sampai masanya di setiap tahap-tahap cinta, maka Tuhan menjadikan manusia itu bersedia menerima cinta itu. Pada mulanya jiwa itu bersedia menerima cinta, lantas sedia pula untuk berkongsi rasa kewujudan dengan dikasihi. Sedia untuk mengikat setia serta saling memahami. Setia untuk dipertanggungjawapkan kerana cinta. Sedia untuk menyerah diri pada yang dicintai.

Cinta Itu Indah
Walaupun kewujudan cinta tidak bisa dilihat, tetapi cinta itu indah dan cantik. Cantiknya itu tulin dan tidak ia bertopeng. Bukan saja ia cantik malah suci murni, bercahaya gemerlap dan putih bersih.

Cinta Itu Mengharap Balasan
Cinta antara manusia itu berkehendak kepada jodoh atau pasangan, dari diri yang punya persamaan, dari diri yang asalnya satu. Bila dapat yang dicari, bermakna cinta itu menganggap telah bertemu yang paling sesuai dan secocok dengan jiwanya, untuk bersatu kembali. Kehendak itu timbal balik sifatnya kerana manusia dalam bercinta tidak hanya menerima tapi juga menerima.

Cinta Itu Menakluki
Sifat cinta itu ingin menguasai. Dia mahu yang dikasihinya itu hanya khusus untuk
dirinya. Dia tidak mahu ianya dikongsi dengan orang lain. Sifat ini menuntut hak untuk mencintai dan dicintai. Tapi, dalam pada ingin menakluki, ia juga ingin ditakluki sepenuhnya.

Cinta Itu Mengetahui
Pada asasnya sebenarnya cinta itu mengetahui. Orang yang bercinta tahu siapa yang patut
dicintainya. Cinta tidak perlu bertanya. Manusia boleh jatuh


Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS. Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak. Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian sekembali ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, beliau mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu beliau dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, beliau kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam. Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Dan akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen. Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6. (Dari Berbagai Sumber)


Social Network Community (SNC)

Kita tahu bahwa Friendster adalah Sosial Network Community paling populer sekitar 1- 2 tahun yang lalu. Namun, belakangan Friendster sudah tidak lagi diminati oleh para pengguna internet. . .
Alasannya karena Friendster kalah bersaing dengan Facebook. Facebook dengan cepat menghipnotis para pengguna internet dan membuat para pengguna Friendster berselingkuh dengan Facebook. Tentu saja hal itu terjadi, karena fasilitas, kenyamanan, user friendly, fasilitas, dan beberapa kelebihan lainnya membuat para penggunanya lebih tertarik untuk mengunakan Facebook.

Namun, masing-masing masih mempunyai kekurangan dalam hal user , admin, pengelola, atau owner. Sekarang telah tersedia layanan Sosial Network Community khusus pribadi atau kelompok atau organisasi tertentu. www.ning.com, itu adalah website yang menyediakan layanan tersebut. . .! Fasilitas yang disediakan cukup menarik, mulai dari layanan foto, vidio, blog, event, group, email, kirim komentar, chating, update layout, isi profil, invite teman, dan beberapa fasilitas lainnya. . .

hal ini tidak aku sia-siakan, sejak aku tahu dari Sosial Network Community di Jurusanku, yaitu di Manajemen Informatika Institut Pertanian Bogor. Aku langsung membuat dua Sosial Network Community sekaligus, yang pertama untuk SMA Antartika Sidoarjo, yaitu: http://www.smantarda.ning.com dan untuk Pulauku percinta, dan yang kedua untuk pulau Kangean Madura, yaitu: http://www.kangean.ning.com .

Kalau teman-teman tertarik untuk bergabung, silahkan untuk bergabung. . .


Pemilihan Presiden dan Hak Mahasiswa

Sebentar lagi kita akan melakukan Pemilihan Presiden (pilpres) yang keduakalinya di negara kita yang mengatasnamakan dirinya negara demokrasi ini. Tapi demokrasi macam apa ini?kalau para calon pemimpin kita saat ini sedang berebut kekuasan, koalisi sana-koalisi sini. lepas sana-lepas sini, keluar masuk lagi. . .

Tidak konsisten. . .

Kalau pemimpinnya saja tidak bersatu untuk memimpin, apa jadinya bangsa ini. . .?
Menurut ustad Yusuf Mansyur, alangkah indahnya jika para calon pemimpin kita duduk dalam satu majelis di Masjid, berdiskusi tentang kemajuan bangsa ini, membahas kesejahteraan rakyatnya, daling berbagi dan saling memberi. . . Sungguh Indah. . .
Bukan saling kritik, saling menyalahkan. . .

Kita sebagai warga negara yang akan menjadi korban, karena itu akan membuat kita semakin tidak percaya dengan para pemimpin kita.

Menurutku, Sebenarnya ini hanyalah prinsip. Bukan siapa yang meminpin kita, tapi siapa yang dipimpin. Masyarakat kita butuh perhatian baik secara moral, hukum, pendidikan, kesehatan, teknologi dan lain sebagainya.

Buat Calon Pemimpin Bangsa ini, Ayo bersama-sama kita memajukan Bangsa ini. Bukan berebut untuk menjadi penguasa.
Bersatunya para pemimpin kita, artinya bersatunya bangsa ini. . .

Belum lagi masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Sebagai mahasiswa Rantau, aku harus kehilangan hak pilihku sebagai warga negara. . .
Apakah pemerihtah melindung hak-hak warga negaranya. . .? Buktinya. . .? Pelihan anggota Legislatif kemarin aku kehilangan hak suaraku, tidak ada seruan atau tindakan pasti dari pemerintah untuk mengajak para mahasiswa rantau untuk menggukan hak pilihnya. Bayangkan, ada berapa banyak mahasiswa rantau yang ada di Indonesia? misalkan di Kampus saya di IPB, sekitar 70% adalah masasiswa rantau. kalau mahasiswa IPB sekitar 8.000 mahasiswa, berarti ada sekitar 5.600 mahasiswanya adalah mahasiswa rantau. belum lagi di UI, ITB, Unpad, Pancasila, Trusakti dan Universitas lainnya. . .! Berapa juta jiwa yang tidak bisa memberikan hak pilihnya untuk bangsa ini. Apakah pemerintah kita melindungi Hak-hak kita sebgai warga negara. . .? jawab sendiri dengan hari nurani kita. . .

Seandainya kita melakukan pendataan DPT ke kampus-kampus,khusus untuk mahasiswa rantau, dan diadakan TPS sendiri di kampus, bukankah itu lebih baik dilakukan. . .
Pemerintah bilang bahwa Mahasiswa adalah generasi intelektual, generasi penerus perjuangan bangsa, dan generasi yang akan menggantikan generasi yang sekarang. Tapi kita sebagai mahasiswa tidak mendapatkan hak kita sebagaimana mestinya. . .?

Apakah salah jika mahasiswa melakukan aksi menuntut perbaikan kesejahteraan bangsa ini. . .?
Wahai kaun muda, kaum penegak kebenaran, kaum pejuang peradaban bangsa. Kobarkanlah api semangat kalian untuk bangsa ini, untuk negeri yang kita banggakan. . .

Hidup Mahasiswa. . . .
Hidup Indonesia. . . .


Buku Tahunan INF43 DPD IPB

Tak terasa hampir tiga tahun aku dan semua mahasiswa INF Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor angkatan 43 telah menjalani suka duka hidup- di perantauan. tak ada saudara, tak ada sanak famili.

Suka duka sebagai mahasiswa telah kita lewati. Kerja Kelompok, Begadang demi Tugas, cari Instansi, cari lokasi suting, cari aktor/artis buat suting, ngedit film mpe begadang dll. indah dan seakan enggan untuk mengakhiri. Namun, ini hanyalah sebuah persinggahan dalam perjalanan hidup yang harus kita lewati.

Untuk itu, kita harus punya kenang-kenangan yang menggambarkan 3 tahun perjalanan kita.

Buku Tahunan, itu yang dipilih sebagai kenang-kenangan yang akan dijadikan sebagai bukti perjalanan kita sema 3 tahun.

Pada saat kuliah Semester VI (Enam), beberapa teman di kelas merencanakan untuk membuat buku tersebut. Irwan yang pada saat itu sebagai Komti berinisiatif membagikan form biodata mahasiswa lengkap dengan pesan dan kesannya. Dengan dibantu Hana, Kurniawan dll data tersebut pun terkumpul walau masih ada beberapa yang belum mengisi.

Sempat bingung masalah tema dan kepengurusan. . .

dan suatu hari, tapatnya hari Jumat tangga 20 Maret 2009 jam 19.00 di Kost Yuni, Siska, dan Melli. Aku berinisiatif mengumpulkan rekan-rekan yang kemungkinan sanggup dan mampu menjalankan tugas kepanitiaan sela PKL.

kepanitiaan pun di pilih, awalnya bingung juga untuk memilih ketua panitia, setelah tunjuk sana tunjuk sini, akhirnya aku lah yang dipercara oleh teman-teman sebagai Ketua Panitia di bantu Nova sebagai wakil, Yuni HTB sbg Sekretaris, Lina sebagai Bendahara, Kardiwan, Kurniawan, Ihsan, Irwan sebagai koordinator masing-masing tim. Waktu berjalan seiring berjalannya waktu PKL.
berikut susunan panitia Buku Tahunan tersebut:


Ketua	 : Wahyu Dwi Suryanto
Wakil	 : Moch. Nova Affandy
Sekretaris	 : Yuni Purnamasari HTB
Bendahara: Lina Herlina Tresnawati
	 	   Hafara Fisca Lahmurahma
	 	   Sri Minda Murni Nst.

Tim Pemcari data dan fakta
Co	Khurnawan Hartanto
	Iwan Setiawan
	Mira Della Rahma
	Ayu Permatasari
	Astri Amelia
	Teguh Ponco P
	Dhani Cipta I. S.
	Sriwahyuni
	Dini Khaerul Hamidah
	Tia Milyarti
	Dudi Adityawan
	Rezky Gustinawati
	Afnita Maizar
	Lia Amelia

Tim Kreatif dan Desain
Co	Ihsan Nauval
	Aditya
	Asih Dwi Kartika
	Nurul Akmalia
	Hari Mujana
	Nazmy
	R. M Iqbal
	Bayu Saputro
	Yagi Wiraya
	Leni Herlina
	Alita Wulan Dini
	Khalida Pradasari
	Barli Novirin
	Raja Asfar

Tim Cetak
Co	Kardiwan
	Ai Walira Airind
	Nuki Yulistya Nugraha
	Handika Saputra
	Andrianto Nugroho
	Juniardi Samah

Tim Humas
Co	Irwan Hermawan
	Intan Ayu Oktavia
	M. Hanafi
	Cory Diana Lestari
	Febrizka Arifany
	Abdul Akbar Aziz

Setelah melalui beberapa rapat dan beberapa perdebatan mengenai apa yang harus di tampilkan di website, maka panitia memutuskan isi buku tahunannya sebagai berikut:


1. Data Mahasiswa INF43 DPD IPB Lengkap dengan pesan dan kesannya
2. Data Dosen INF43 DPD IPB Lengkap dengan pesan dan kesannya
3. Foto-foto mulai semester 1 mpe sekarang
4. Foto Tema
5. Sambutan Direktur DPD IPB
6. Sambutan KPK INF DPD IPB
7. Sambutan Ketua Panitia dan Kepanitiaan
8. Daftar prestasi yang pernah di capai INF43
9. Daftar Event yang pernah dilakukan INF43
10. Nominasi Mahasiswa INF43
11. Data Komunitas INF43
12. Kata bijak berdasarkan tema dll

Saat ini panitia masih mendiskusikan harga, desain, format cetak dan lain sebagainya. . .
untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak mengecewakan.

Buku Tahunan ini merupakan bukti tercatat perjalanan kita sebagai mahasiswa INF43 selama kita berada di kampus.

Semoga ini akan semakin mempererat tali persaudaraan kita. . .