Terdampar

Hari ini sungguh tidak menyenangkan.. Dapat berita yang membuatku harus segera pulang dan justru membuatku terdampar dikeramaian…. Pagi sekali, sehabis subuh aku pergi ke penjualan tiket pesawat 24jam dan hasilnya tidak ada tiket alias habis untuk keberangkatan pagi. alasannya jatah untuk travel sudah diambil alih oleh pihak maskapai untuk dijual di bandara. Mereka menyarankan aku untuk langsung ke bandara, karena sudah kenal dan sudah langganan, aku ikuti saja sarannya.

Jam 7 aku segera menuju terminal damri dan langsung berangkat menuju bandara soekarno hatta,
Setelah melalui perjalanan 2,5jam karena lumayan macet, akhirnya nyampe juga di bandara. Turun di terminal 1A, aku langsung menuju loket penjualan tiket dan habis… Beranjak ke terminal 1B dan hasilnya pun nihil, habis juga. Karena sudah lumayan capek aku memanfaatkan jasa suttle bus yg gratis untuk menuju terminal 1C.. Dari satu loket ke loket lainnya jawabannya sama saja, tiket hari ini habis. Dengan tampang seperti orang ilang, aku berjalan terus dan langkahku terhenti oleh loket Merpati,dalan hati “kok loket merpati ada di terminal 1C?” aku abaikan pertanyaanku dan langsung menghampiri loket tersebut. jawabannya sama, habis juga… Ada tapi jam 20.00, mau ngapain aku jam segitu… tapi bukan waktu yg jadi masalahnya, tapi harganya yg mencapai 1,2jt. Sadar akan kondisi dompetku, aku batalkan saja dan aku bingung mau kemana lagi….   Read more »


Lebaran


Signal

Ini yang paling menyebalkan dan membuatku mati gaya. No signal, no signal and no signal. Tiada hari tanpa no signal, mungkin sehari bisa 5 kali. hidupku hampa tanpa internet.. #lebay


Perawat

Sama seperti bidan, perawat juga salah satu profesi favorit orang kangean. Orang-orang pengen anaknya sekolah perawat atau kebidanan bahkan kedokteran.

Keterbatasan tenaga medis dan pasien yang terlalu “manja” (menurutku) membuat perawat desa (perawat yang bertugas di desa) sering keluar “kandang” untuk menangani pasien. Tidak jarang pasien dengan hanya keluhan pusing minta diperiksan dan dikunjungi kerumahnya. Padahal sampai dilokasi hanya cek darah dan diberikan obat. Terkadang hal seperti ini membuat para perawat malas untuk mengunjungi pasien yang seperti ini. Bukan karena tidak patuh pada etika medis, tetapi hal seperti ini bisa membuat mereka para pasien semakin manja. Jika biasanya pasien yang datang dan antri ke tempat praktik perawat (orang bilang mantri), kali ini antrian dilakukan dirumah masing-masing dan perawatlah yang mengunjungi mereka satu per satu. Belum lagi jika sang perawat sedang keluar kandang dan di tempat praktik sendiri sudah ada pasien yang menunggu. Miris memang, tapi begitulah kenyataannya. Read more »


Bidan

Bidan adalah profesi yang ditekuni oleh beberapa keluargaku. Profesi ini menjadi favorit warga Kangean. Profesi ini sebenarnya sedikit “mengganggu” kehidupan seorang bidan tapi itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Mereka harus rela tidak pulang kerumah selama 24 jam demi menemani pasien yang akan melahirkanM. Masih untung jika melahirkan di tempat praktik sang bidan, kebiasaan masyarakat Kangean adalah ingin dikunjungi, melahirkan dan dirawat di rumah.

Aku mendengar, melihat, dan mengalami sendiri bagaimana kehidupan seorang bidan. Pada saat itu kira-kira pukul 2 dini hari, aku masih menonton tv sambil menunggu pertandingan bola. HP Mbakku berdering, aku pikir itu alarm atau sms tapi ternyata itu adalah sebuah panggilan telepon. Mbakku mengangkat telepon itu dalam keadaan mengantuk karena dia memang sedang tertidur pada saat itu. Aku lihat dia keluar kamar dan mencuci muka kemudian berangkat menuju rumah pasien karena si pasien akan segera melahirkan.